Pacaran ketersiksaan cinta yang tidak jelas

gambar berpacaran berdua duan dengan pacar


"Cinta dengan pacaran akan menimbulkan ketersiksaan dimana seseorang akan tersiksa mengurus pasangan yang belum tentu jelas akan menjadi pasangan hidup rumah tangga kedepannya. (Aden Zaid Alfarobi)"

Sudah tidak dapat dipungkiri. Pacaran pada zaman ini merupakan sesuatu yang. Masyaallah, seakan sudah tidak ada tempat tanpa pacaran. Dulu, ketika mahluk mati yang bernama televisi jarang kita temui ditetangga-tetangga. Sangat jarang  sekali kita menemukan laki-laki dan perempuan bergonjengan. Kecuali bapak-bapak dan ibu-ibu, atau yang sudah menikah. Namun sejak virus-virus sinetron mulai bergentayangan masuk kedalam tiap rumah. Televisi mudah didapatkan. Bahkan hampir tiada rumah tanpa televisi. Sedikit demi sedikit, lama lama menjadi bukit. Anak anak kita mulai terinfeksi virus pacaran.

Entah, sejak kapan pacaran masuk ke Indonesia. Tidak ada sejarah yang pasti. Ahli sejarahpun, tidak ada yang berusaha menggali sejarah pacaran. Yang jelas, pacaran pada zaman sekarang bukan lagi hanya di sinetron yang sering kita lihat. Bukan lagi cerita-cerita nostalgia dongeng-dongengan. Tapi ini adalah fakta, mulai dari tingkat dewasa hingga tingkat remaja sudah sakau dengan yang namanya pacaran. Kalau tidak pacaran, galaunya hingga tingkat dewa.

Alasannya cinta. Ya, dengan mengatasnamakan cinta, pacaranlah jalannya. Ketika menemukan target sasaran cinta (pacaran). Maka ia mulai beraksi dengan jurus ampuh dengan kata-kata manis. Kalau kita tanya pada orang pakar pacaran itu, mau punya pasangan hidup seperti apa. Jawabnya pasti ingin yang shaleh, baik. Tidak bakalan ada yang bilang mau pasangan yang tidak shaleh shalehah. 

Sungguh aneh, walaupun sebenarnya tidak aneh. Dari sederetan orang yang mau mencari pasangan yang shaleh shalehah. Justru menceburkan dirinya kedalam kemaksiatan. Bermula dari pacaran berahir dengan ketragisan. Begitulah buah cinta yang dihadirkan akibat berpacaran, dimana para tukang pacaran selalu tersiksa dengan cinta yang tidak jelas. Mengurus pasangan yang belum tentu jelas apakah jadi pasangan hidup rumah tangga kedepannya.

Kata Pak Kiai, Pacaran adalah dilarang dalam agama. Dengan pacaran syaitan akan menggoda para pasangan yang dimabuk asmara, berduaan sambil bermesraan,  Maka pacaran adalah sesuatu tindakan yang menyimpang dalam agama.

Terlepas dari hukum atau fatwa tentang pacaran. Bahwa mau bagaimanapun, orang yang berpacaran akan tersiksa dengan sendirinya. Anak tetangga sebelah saja nekat mencuri karena dompet tipis tak ada fulus untuk pacar. Si fulan nekat bunuh diri karena di buat stres oleh pacarnya hanya dengan dua kata: Kita Putus. Sifulanah ahirnya sakit hati teramat sangat bak dunia sedang kiamat, karena si doi sedang bermesraan dengan orang lain. Ahirnya... wassalam.

1 komentar so far

sekarang sudah menjadi lumrah. bahkan tidak ada perasaan berdosa orang yang pacaran itu


EmoticonEmoticon