Kisah Perjalanan Ibadah Haji

Dengan terjemah bebas, dalam Ihya’ `Ulumiddin 1/242, Imam Al-Ghazali mengisahkan perjalanan seorang alim yang shalih yang sedang menempuh perjalanan haji. Namanya Ali bin Al-Muwaffaq.

Dikisahkan demikian, “Pada suatu malam, tanggal 8 malam 9 Dzulhijjah (malam hari Arafah) ia tidur di Masjid Al-Khaif Mina. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dengan pakaian hijau. Malaikat yang satu berbicara kepada malaikat yang lain, “Hai hamba Allah, tahukah engkau berapa banyak orang yang pergi haji tahun ini?”
Malaikat yang lain menjawab, “Tidak tahu!”
Kemudian temannya tadi memberi tahu bahwa mereka itu jumlahnya mencapai 600.000 jama’ah.

Tuntunan Haji Menurut

Kemudian ditanya lagi, “Tahukah kamu berapa orang di antara mereka itu yang meraih haji mabrur?” “Tidak tahu” jawab temannya.

Kemudian temannya itu menjelaskan bahwa yang meraih haji mabrur hanya enam orang.
Sampai dialog ini, dua malaikat itu pun pergi.

Setelah itu Ali bin Al-Muwaffaq pun terbangun dari tidurnya dengan penuh penasaran, sedih, dan gelisah. Dalam hatinya ia bertanya, “Jika hanya enam orang yang diterima hajinya dari 600.000 jama’ah, apakah aku bisa masuk yang enam orang itu?”
Demikianlah ia terus-menerus merenungkan dan berusaha mencari tahu makna di balik mimpinya itu. Selanjutnya ia berusaha melakukan ibadah hajinya dengan sebaik mungkin agar berhasil masuk dalam kelompok enam yang hajinya mabrur tersebut.

Setelah pulang dari Arofah dalam keadaan memikirkan hal itu, Ali bin al-Muwaffaq tertidur dan bermimpi dua malaikat yg kemarin, turun lagi. Dalam dialognya mengulangi dialog yg sebelumnya kemudian melanjutkan berkata: Apakah kamu tau apa keputusan Tuhan kita dimalam ini?

Malaikat yg satunya menjawab: "saya tidak tau". Kemudian dia menjelaskan: bahwa Allah memberikan dari masing2 enam orang yang diterima hajinya menjadi diterimanya 100 ribu yang lain. Dengan demikian maka 600 rb orang yg melaksanakan haji menjadi diterima juga dengan sebab 6 orang tersebut.


EmoticonEmoticon