Mengetahui Rahasia Manfaat Menjadi Seorang Penulis


Semua orang tentu pernah menulis karena mereka adalah penulis  yang mencurahkan semua hasil pemikiran dan pendapatnya atau karena kepentingan  sesuatu iapun menulis. Bahkan orang yang buta huruf lebih-lebih yang tak dapat melihat semua ingin menulis, hanya saja karena keterbatasan yang dimilikinya iapun menyuruh orang lain untuk menuliskannya. Rangkaian kata-kata panjang atau pendek, formal atau tidak, sastra maupun ilmiah semua tertuang dalam bentuk tulisan, itulah penulis. Bukan hanya orang baik yang bisa menjadi penulis, orang jahatpun ketika mau beraksi terkadang dimulai dengan menulis merencanakan apa-apa yang akan dilakukan. Pada zaman dulu menulis merupakan sebuah sarana menyebarkan segala macam ilmu, sebut saja Imam Syafi’I dengan karya tulisannya Al-Um, Ahmad bin Hambal dengan Musndanya, Imam An-Nawawi dengan Riyadhus Shalihinnya, Ibnu Taimiyah dengan Majmu’ Fatawanya, serta Imam-imam lain yang tak bisa disebutkan lantaran karya tulisan mereka. tak dapat dihitung dengan jari.

Perkembangan zaman yang semakin tak  terbendung, menulis bukan hanya sebutan untuk orang-orang yang menyebarkan ilmu melainkan menjadi sebuah pekerjaan mata pencaharian, tak heran jika banyak orang  hususnya para pelajar yang berlomba-lomba membuat karya tulisan karena royalti yang menjanjikan.

“PENGETAHUAN YANG LUAS”, ya! Itulah manfaat yang menjadi hadiah bagi seorang  penulis, dengan menulis akan  banyak hal-hal yang dituangkan dari pemikirannya. Dengan menulis akan menuntut ia lebih banyak membaca serta mencari informasi yang nantinya akan ditungkan dalam lembaran kertas.

Tak hanya sebatas memperluas pengetahuan, manfaat menjadi seorang penulis dapat “MEMBERIKAN ILMU KEPADA ORANG LAIN” . penulis laksana pembawa pesan, dengan karya tulisannya ia menyampaikan ilmu kepada orang lain yang membacanya. Sungguh luar biasa bagi orang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lian dengan tulisannya.

“KEBEBABASAN” merupakan manfaat lain dari menjadi seorang penulis, kebebasan tanpa terikat waktu, kapanpun dan dimanapun kita dapat menulis. Tak perlu pakaian resmi layaknya para pejabat di kantoran, tak perlu mengendap-endap seumpama abdi para raja, tak perlu barang-barang mewah seperti jutawan, tak perlu perintah laksana atasan dan bawahan. Tak ada yang mengatur kita, Semuanya kitalah yang mengatur.

Menjadi seorang penulis banyak memberikan manfaat kepada orang lain,  menjadi seorang penulis itu sangat menyenangkan melebihi senangnya para raja pada tahtanya. Bahkan dengan menulis, orang bisa lebih kaya dari pada para hartawan dan jutawan. Bukanlah tujuan yang baik jika menulis hanya karena sebuah lembaran kertas yang bernama uang, pepetahpun mengatakan “jika anda menulis karena mengharapkan royalty dari tulisan buku anda, lebih baik anda berhenti menulis” terlepas dari itu semua, terkadang royalti akan datang sendirinya. Itulah bonus timbal balik dari  menjadi seorang penulis, dengan kata lain salah satu  manfaat menulis adalah “MENDATANGKAN REZEKI”

“MENJADI PENULIS AKAN DITULIS"  itulah keajaiban menulis lainnya yang akan didapatkan ketika kita gemar menulis. Kita akan ditulis oleh orang banyak dengan karya orang lain. Sebut saja Habiburrahman yang disebut dengan Kang Abi’ yang ditulis oleh orang banyak lantaran karyanya Ayat-Ayat cinta dan ketika cinta bertasbih yang begitu fonumenal, begitu juga dengan Agnes Davona dengan karyanya surat kecil untuk tuhan. Sehingga nama-nama mereka semua ditulis oleh orang banyak..

Terlepas dari itu semua, berbagai macam manfaat keajaiban menulis. Saatnya mulai dari sekarang tanamkan jiwa menulis dalam diri kita sampai generasi-generasi selanjutnya agar nantinya tidak menjadi orang yang tak dianggap penting oleh orang lain, walaupun sebenarnya menulis bukan lantaran orang lain paling tidak menulis sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri.


EmoticonEmoticon