Hiruk Pikuk Kegaduhan Pilkada Serentak

pilkada
Pilkada atau pemilihan kepala daerah. Sebenarya merupakan hal yang biasa biasa saja, karena pemilihan ini merupakan sesuatu yang berulang-ulang. Namun untuk Pilkada tahun ini, contohnya di DKI Jakarta, statistik kegaduhannya bak menembus langit yang membangunkan para malaikat. Kenapa tidak, persoalan yang hanya urusan Kenegaraan dan husus daerah jakarta, tapi merembet ke masalah agama. Wajar jika membangunkan rakyat non jakarta untuk ikut andil dalam susana kegaduhan ini.

Belum selesai satu masalah, muncul masalah baru lagi. Hal ini menunjukkan, pemerintah kita masih kewalahan dalam menangani kasus-kasus yang terjadi dimasyarakat. Entah karena pemerintahnya tidak mampu, atau karena terlalu banyaknya masalah. Maklum, yang ditangani pemerintah bukan satu dua orang, tetapi jutaan rakyat.

Bagaimana kita bisa tenang, ketika menghadapi situasi kegaduhan semacam ini. Dimana setiap kubu selalu saling menjelekkan, menghujat, memfitnah, melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Tentu hal semacam itu akan menimbulkan reaksi dari pihak lain.

Log Out medsosmu, Shut Downkan Komputermu, dan Kantongkan Gadgetmu. Ya, dengan tidak aktif lagi di dunia maya, maka akan tidak ada lagi membaca berita-berita suputar pemilu kada. Kenapa kita merasa pusing, stress, galau, mana kala melihat obrolan dan berita seputar calon pemimpin.  Padahal, tugas kita hanyalah mencoblos. Nah, dengan tidak aktif di dunia maya. Tidak akan ada lagi hal-hal yang meracuni pemikiran. Kalau terpaksa masih ingin di dunia maya, maka unfriend orang-orang yang selalu membawa berita. Blocked fanspage-fanspege situs berita.

Cara lain ialah sekalian Ikut berkecimpung dalam politik pilkada. Sama halnya dengan orang yang tidak suka jamu, ketika sudah terbiasa meminumnya, rasa pahit akan dilabrak. Begitu juga dengan Pilkada, ketika anda ikut berkecimpung didalamnya, menceburkan diri dengan ranah politik yang serba gaduh, maka kegaduhan sudah menjadi hal biasa.


EmoticonEmoticon